A

Shugo Chara - Ran's Egg
When A New Novelist Born

Until the Last Teardrops Fall ~Prolog~

POSTED ON: Wednesday, November 26, 2014@ 2:13 PM | 0 comments

Kai mendongak kepalanya. Hujan mulai turun membasahi permukaan bumi. Disebalik wajahnya yang muram, dia menarik sebuah senyuman. Kalau Hayeon masih ada mesti mereka berdua sedang seronok bermain hujan ataupun dia pasti sedang berada di gelanggang tennis, menunggu Hayeon menjayakan servisnya yang ke-80.
Pandangannya kembali pada pusara yang masih baru dihadapannya. Dia rindu, rindu untuk memeluk gadis itu, rindu untuk mengucapkan kata cinta pada gadis itu dan yang pastinya dia rindu untuk mendengar suara gadis itu.
“I miss you.” Air mata yang ditahan akhirnya jatuh juga, disertakan dengan hujan yang turun mencurah-curah. Kai melepaskan semua tangisannya dihadapan pusara tersebut.
“I need to go home. Until we meet back. Bye sweetheart.”
Jambangan bunga yang dipegangnya diletakkan di hadapan pusara.
-
Kai membuka kot yang dipakainya. Tali leher dilepaskan dan kasut diletakkan di dalam almari. Dia mengibas-gibas bajunya sebelum kakinya melangkah masuk ke dalam rumah.
“Anyeong omma.” Dahi ibu kesayangannya dicium penuh kasih sayang.
Puan Kim tersenyum. Tangannya lembut pemukul bahu anaknya. “Kenapa balik lambat ni?”
“Visit somebody special.”
Senyuman pada wajah Puan Kim hilang. “Oh... Kenapa tak ajak omma pergi sekali? Boleh lah omma melawat dia.”
“Takkan nak bawak omma kot, sekarang kan tengah hujan.”
Puan Kim menepuk dahi. “Betul juga tu.” Dia mengambil kot yang dipegang oleh anaknya. “Someone waiting for you upstairs. She said there’re something she want to discuss with you.”
“Ne, omma.”
-
“Why are you wet?” Gadis yang sedang duduk di sofa itu menanya.
“Well obviously it raining outside.” Kai tesenyum sinis.
Gadis tersebut tergelak kecil. “Macam manalah saya boleh tak perasan sekarang ni hujan.” Tangannya sibuk mengeluarkan fail-fail daripada begnya. "Saya ke sini untuk membincangkan mengenai novel terbaru awak. Syarikat saya sangat berminat untuk mengadaptasi novel tersebut."
Kai terdiam. "Saya..."
"Saya tahu awak mungkin berat hati untuk menerima tawaran ini sebab novel tersebut khas untuk orang tersayang tapi saya yakin awak tak akan dapat keburukan jika menerima nya. Lagipun..."
Kai mengeluh perlahan. "Can you give me some time to think about it."
"Yes, of course. Please contact me if you have make your decision." Gadis tersebut menyerahkan kad kerjanya.
"I will. Thanks for your understanding."
"Tak apa. But i hope to hear a good news from you." Ujar gadis tersebut sebelum melangkah pergi.
Kai menatapi gadis tersebut dari belakang sebelum dirinya dengan malas berjalan masuk ke kamar tidur. Dia melemparkan badan nya keatas katil. "Hayeon..."
Dia memejamkan matanya dan kenangan lalu mula beputar kembali dalam ingatan.
First time buat citer bertema kan 'angst'. Sorry, kalau citer ni tak berapa nak sedih. Tapi, saya akan cuba untuk memperbaiki lagi citer ni dalam chapter yang seterusnya.


Love,


0 Comment(s)
? Older / ? back up ? / Newer ?
OHAYO! Suki Desu ?